Lomba MAPSI
LCC MAPSI 2021 SD SUPRIYADI SEMARANG

ALTHAF YUDHAPRAWIRA

KHINZA DAMARA ARISTAWIDYA PUTRI

NAUFALYN RANADHIYA PUTRI HADI


Lomba MAPSI

ALTHAF YUDHAPRAWIRA

KHINZA DAMARA ARISTAWIDYA PUTRI

NAUFALYN RANADHIYA PUTRI HADI
Berita



Usai melaksanakan MPLS, SD Supriyadi & SD Supriyadi 02 melakukan pendistribusian paket buku belajar untuk semua jenjang kelas dan ditambah paket perlengkapan seragam untuk peserta didik baru kelas I. Proses pendistribusian dilakukan bertahap dengan menjalankan protokol kesehatan.
Demi tertib program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sekolah menggandeng serta ojek online dalam pengiriman special gift yang berisi paket buku belajar itu. Ada juga peserta didik yang berdomisili dekat dengan sekolah, bisa mengambil langsung special gift di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dengan jasa ojek online, bisa meminimalisir terjadinya kerumunan yang juga mendukung program social distancing dari pemerintah.
Pendistribusian paket buku pelajaran diharapkan cepat tersampaikan ke siswa. Sehingga sangat membantu siswa dalam mengikuti kegiatan belajar daring di rumah selama masa PPKM Darurat dan menunggu gong PTM (Pembejaran Tatap Muka) digelar kembali. (ay)
Berita

















Tahun pelajaran baru 2021/2022 resmi dimulai. Kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) berakhir pada Rabu (14/7). Kegiatan MPLS berlangsung selama tiga hari, mulai dari 12-14 Juli 2021. Di hari ketiga menjadi puncak kegiatan sekaligus penutupan MPLS di SD Supriyadi 02, setelah dua hari sebelumnya dilaksanakan secara daring.
Di hari ketiga, seluruh peserta didik mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting dan live streamming Youtube.
Kepala SD Supriyadi 02 Karsono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, selama dua hari kegiatan MPLS, peserta didik telah diperkenalkan dengan suasana lingkungan sekolah, sarana prasarana belajar, dan diajak serta mengenal bapak dan ibu gurunya melalui video yang dibagikan di masing-masing grup wathsapp kelas.
Sebagai puncak MPLS di hari ketiga, siswa diberikan motivasi dan penguatan langsung oleh bapak dan ibu guru melalui sambungan zoom. Dihadirkan pula perwakilan siswa kelas I didampingi orang tua, sebagai serah terima peserta didik baru SD Supriyadi 02.
Sebagai akhir kegiatan, diberikan tambahan informasi untuk siswa bisa mengambil Special Gift. Di antaranya berupa paket buku belajar untuk seluruh peserta didik, dan ditambah kelengkapan seragam sekolah khusus kelas I. Pengambilan special gift tersebut nantinya akan mulai diambil secara bertahap dimulai dari kelas I pada Kamis (15/7), tentunya tetap disertai dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.
“Kami berharap dengan segera didistribusikannya special gift ini nantinya dapat membantu siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran selama dirumah,” ungkap KS.
Seluruh rangkaian kegiatan MPLS tahun pelajaran 2021/2022 di SD Supriyadi 02 dapat diakses melalui channel YouTube: SD Supriyadi Semarang. Atau melalui sosial media Instagram @sdsupriyadi02 dan Facebook di @Supriyadi II
Lebih lanjut lagi, Karsono menambahkan bahwa sekarang memang perlu penyesuaian yang lebih kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Meski tidak bertatap muka langsung, pelaksanaan MPLS tahun ini sudah berjalan dengan baik. (ay)
Berita








Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mengharuskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kembali digelar secara daring. Di hari ke-2 MPLS (13/7), SD Supriyadi 02 masih memanfaatkan teknologi, agar siswa tertarik mengikuti kegiatan sejak 12-14 Juli esok.
Pemanfaatan teknologi informasi merupakan upaya mengkolaborasikan antara edukasi, ilmu pengetahuan, dan hiburan, agar siswa tidak mudah jenuh.
Seluruh guru SD Supriyadi 02 bekerja keras untuk menarik perhatian peserta didik agar tetap berpartisipasi dalam setiap kegiatan virtual selama MPLS. Jaman serba online, guru terkadang merasa kurang maksimal, karena tidak bisa bertemu langsung dengan siswanya.
Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh guru-guru sebelum tiba masa MPLS, mulai dari pengambilan video lingkungan sekolah, fasilitas, sarana prasarana, video perkenalan diri, dan lain sebagainya. Semua telah dipersiapkan secara matang dengan kerjasama yang solid sesama guru dan karyawan. Dari pengalaman-pengalaman inilah, guru semakin bertambah matang pula penguasaan bidang teknologinya.
Sementara itu Kepala SD Supriyadi 02 Karsono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan meskipun dalam masa PPKM Darurat, namun peserta didik baru harus mengenal dan memahami lingkungan sekolahnya, guru-gurunya sehingga ketika Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas diperbolehkan, mereka sudah tak terlalu asing.
“Seperti hari ini, guru-guru kami memperkenalkan diri di masing-masing kelas melalui video yang sudah dipersiapkan bersama sebelumnya”. Ungkapnya. (ay)
Berita









Tahun pelajaran baru 2021/2022 jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dimulai, Senin (12/7). Tahun ini menjadi tahun ke-2, dimana MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dilaksanakan daring karena situasi pandemi covid-19 yang tak kunjung mereda.
Kepala SD Supriyadi 02, bapak Karsono, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, keadaan belum memungkinkan untuk diadakannya tatap muka di sekolah, baik untuk MPLS maupun kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat ini. Adapun kegiatan MPLS akan berlangsung selama tiga hari kedepan, dari 12-14 Juli 2021.
Hari pertama MPLS berjalan lancar, dimana peserta didik bersama-sama orangtua menyaksikan video sambutan dari Pak Son, sapaan akrab kepala SD Supriyadi 02.
Karsono, menekankan MPLS berlangsung menyenangkan dan seefektif mungkin. “Sudah kami arahkan supaya MPLS dilakukan secara daring/online, dimana guru-guru kami sudah menyiapkan video MPLS yang siap dibagikan selama dua hari kegiatan MPLS.” Di hari ketiga adalah puncak acara MPLS. Sekolah akan mengadakan virtual zoom yang diikuti oleh seluruh pendidik dan peserta didik SD Supriyadi 02.
Di tahun pelajaran baru ini, SD Supriyadi 02 menerima 58 peserta didik baru kelas I. Pendaftar ulang di kelas II tercatat 55 peserta didik, 28 di kelas III dan 18 peserta didik di kelas IV. Sehingga total peserta didik tahun ini di SD Supriyadi 02 berjumlah 159. (ay)
Berita











Pemaparan hasil workshop oleh guru kelas







Berita



Sebanyak 60 peserta workshop yang terdiri dari guru, tenaga pendidik SD Supriyadi & SD Supriyadi 02 dengan antusias mengikuti workshop hari ke-2, pada Selasa 29 Juni 2021 bertempat di SD Supriyadi. Kegiatan yang berlangsung daring dan luring ini, diawali dengan pemaparan materi teknis pembuatan soal dan penilaian kurikulum 2013 oleh ibu Ulin Nafiah, S.Pd.
Hadir juga pengawas guru Pendidikan Agama Islam kecamatan Pedurungan, bapak H.M. Faojin, S.Pd., M.Pd. Melalui sambungan virtual zoom, beliau memberikan apresiasi baik kepada SD Supriyadi yang rutin mengadakan workshop menyambut tahun pelajaran baru.
Menambahkan dalam sambutannya, agar sekolah terus memiliki branding, semua guru bisa membranding sekolahnya dengan memposting kegiatan edukatif, pembelajaran kreatif, karya-karya dan prestasi siswa melalui media sosial instagram, facebook, youtube, whatsapp dll.
“Semua guru bisa mengoperasikan HP, branding tidak harus dilakukan oleh operator sekolah, tapi guru adalah pioner utama dalam proses publikasi dan branding sekolah.” tegasnya sebelum menutup sambutan.
Di akhir sambutannya, bapak H.M Faojin mengingatkan bahwa kegiatan pembelajaran daring maupun luring / blended learning, guru harus tetap menggunakan media tapi tidak rumit, yang terpenting siswa nyaman dan senang. (ay)
Berita



Gelar pembukaan workshop, SD Supriyadi kenalkan guru-guru baru. Dua belas guru baru diperkenalkan dalam rangkaian acara pembukaan workshop pada 28 Juni 2021.
Mereka adalah guru-guru muda berbakat terpilih yang lolos mengikuti berbagai tahapan seleksi ketat. Guru-guru muda diharapkan akan memperkuat kualitas dan kreativitas pendidikan di SD Supriyadi. Terdiri dari 7 guru kelas, 1 guru bahasa inggris, 1 guru olah raga dan 3 guru agama.
Guru saat ini harus turut berinovasi menerapkan pembelajaran berbasis TIK dengan sistem blended learning, untuk menciptakan suasana belajar mengasikkan di tengah pandemi, bukan hanya itu guru-guru muda yang siap berinovasi diharapkan mampu menularkan sikap dan budaya kreatif kepada siswa. (ay)
Berita





Pandemi covid-19 yang tak kunjung usai mengharuskan sekolah, khususnya guru untuk semakin kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran, baik secara daring, luring maupun blended learning. Angin segar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sedianya akan dibuka pada saat tahun pelajaran baru 2021/2022 di bulan Juli, menjadi harapan besar bagi siswa, orangtua dan guru.
Namun melihat perkembangan kasus covid-19 yang masih belum membaik, pihak yayasan, sekolah dan guru berusaha semakin memperkuat ketahanan dengan terus mengembangkan dan mengasah potensi diri.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah (YPIA) Semarang, selalu menggelar kegiatan workshop jelang tahun pelajaran baru dimulai. Senin, 28 Juni 2021 bertempat di SD Supriyadi dilakukan pembukaan workshop yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari kedepan, 28-30 Juni 2021.
Workshop dilakukan secara daring dan luring di satuan pendidikan masing-masing. Bertempat di tiga tempat, yakni KB-TK Supriyadi, SD Supriyadi, dan SD Supriyadi 02 melalui virtual zoom. Semua guru mengikuti kegiatan workshop dengan mematuhi protokol kesehatan ketat.
Mengambil tema “Workshop Penyusunan Kurikulum, Program Kerja Sekokah, Administrasi Kelas & Model Pembelajaran Blended Learning”, dilakukan agar guru semakin berinovasi dalam memberikan pembelajaran siswa secara blended learning.
Drs. Mundhochib selaku sekretaris YPIA membuka langsung acara workshop. Pak Ndo sapaan akrabnya, usai membuka kegiatan workshop, berpesan menjadi guru harus fokus pada tugas dan tanggung jawabnya. Mengakhiri sambutannya, beliau berpesan untuk terus perbanyak doa agar pandemi segera hilang dari negeri Indonesia. (ay)
Berita





SD Supriyadi beberapa waktu lalu telah sukses melaksanakan ujian praktik kelas VI secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Ujian praktik adalah serangkaian dari ujian sekolah yang terdiri dari dua bagian, yakni ujian praktik dan ujian tertulis.
Senin, 26 April 2021, sekolah kembali melaksanakan ujian sekolah mandiri secara tertulis. Ujian tertulis terjadwal pada tanggal 26 April – 7 Mei 2021 dilaksanakan secara daring/online.
Siswa mengerjakan soal ujian dengan smartphone/laptop/komputer di rumah masing-masing. Pengerjaan soal ujian menggunakan aplikasi google form yang dikembangkan oleh pihak sekolah.
Kepala SD Supriyadi, Nursekah mengatakan, US dilakukan secara online untuk menghindari kerumunan di sekolah. “Ini merupakan penerapan kebijakan social distancing dari pemerintah. Jadi untuk US dilakukan secara online.” jelasnya, Senin (26/4).
Total, ada 128 siswa yang mengikuti US online, dari empat rombel kelas VI. Meski siswa mengerjakan soal ujian di rumah, namun sekolah memastikan, kesempatan untuk berbuat curang sangat minim. Sebab ada batasan waktu mengerjakan yang tersistem. Ujian sekolah yang dilaksanakan secara online juga diharapkan melatih siswa untuk terus bersikap jujur di manapun berada.
Teknis ujian dilakukan oleh wali kelas melalui Whatsapp (WA) group kelas dengan membagikan link ujian sekolah. Selain itu link juga dibuat untuk satu account dan hanya bisa dibuka oleh satu user. Sehingga tidak bisa dibuka oleh orang lain. Dengan platform tersebut, upaya agar ujian sekolah yang diselenggarakan secara online benar-benar terjaga kredibilitasnya. (ay)