Berita
Berita


Berita
Berita

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi guru, SD Supriyadi mengadakan pelatihan peningkatan mutu pendidik dan sekolah pada Rabu, 19 Agustus 2020. Kegiatan dengan tajuk “In House Training” tersebut dipandu langsung oleh Alimudin Azis, S.Pd., M.Pd.
In House Training (IHT) diikuti oleh seluruh guru SD Supriyadi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. Sedangkan IHT ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan kompetensi guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.
Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dirangkai dengan sambutan Kepala SD Supriyadi, Nursekah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan semangat tahun baru Muharram 1442 H dan semangat juang kemerdekaan, guru harus terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidik, salah satunya dengan mengikuti kegiatan IHT dengan penuh semangat. “Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih bagi guru terlebih dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang efektif di era saat ini.” Imbuhnya.
Kegiatan IHT dibuka oleh Pengawas SD Kec. Pedurungan, Drs.Haryono. Dalam sambutannya menyampaikan, “Guru saat ini memiliki kelas tapi belum mengenal siswanya, apalagi kelas satu hanya di angan-angan.” Meski saat ini sudah melaksanakn pembelajaran daring, namun tugas pokok sebagai guru harus tetap dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab. Termasuk pembuatan perangkat pembelajaran, bagaimana cara menilai di era pembelajaran daring, tandas Haryono.
Pada kegiatan inti guru menyusun perangkat penilaian yang dilakukan secara berkelompok sesuai jenjang kelas. Dengan IHT ini diharapkan guru mampu menyusun perangkat pembelajaran yang efektif dan adaptif terutama pada ranah penilaian di era pembelajaran daring. (ay)
Berita





Jumat, 31 Juli 2020 perayaan Hari Raya Idul Adha sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, sebab dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Pelaksanaan shalat Idul Adha hingga pelaksanaan pemotongan hewan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah (YPIA), KB, TK dan SD Supriyadi Semarang.
Pemotongan hewan kurban di tengah pandemi covid-19 dilakukan di halaman SD Supriyadi, usai shalat Idul Adha. Pemotongan hewan kurban dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Panitia pemotongan hewan kurban wajib menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, pemotongan pun tidak dilakukan banyak orang agar tidak menimbulkan kerumunan.
Mundhochib, ketua panitia penyembelihan kurban mengungkapkan, “Penyembelihan tidak dilakukan oleh banyak orang, tadi kami juga tidak memperbolehkan masyarakat sekitar untuk berkerumun di tempat pemotongan, dan pembagiannya pun akan langsung diantarkan ke rumah warga yang terdata, dengan seluruh panitia tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah adanya persebaran COVID-19.”
Sementara untuk jumlah hewan kurban tahun ini adalah 2 ekor sapi. Hewan kurban berasal dari sumbangan pengurus yayasan serta keluarga, kepala sekolah dan sejumlah guru. Semua hewan kurban yang disembelih dipastikan sudah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan, baik sebelum maupun pasca pemotongan. Pelaksanaan kurban berlangsung lancar dengan diakhiri pendistribusian daging kurban oleh panitia ke sejumlah warga terdata. (ay)
Berita





Bu guru….
Aku tidak bisa datang ke sekolah
Aku tidak bisa berjumpa dengan bu guru
Aku tak bisa berjabat tangan dengan bu guru
Tapi…
Aku janji
Aku tak akan lelah
Aku tak akan lengah
Aku akan tetap semangat walau Belajar Dari Rumah
Sepenggal bait yang mewakili seruan hati anak-anak saat tidak bisa masuk sekolah di awal tahun pelajaran ini.
Senin, 13 Juli 2020 adalah jadwal hari pertama masuk sekolah, tak terkecuali KB-TK Supriyadi. Tetapi tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring. Dimana guru KB-TK Supriyadi telah menyiapkan video pengenalan lingkungan sekolah dan kegiatan-kegiatan rutin sekolah yang dikirimkan melalui watshapp grup wali murid selama MPLS.
Kepala KB-TK Supriyadi, Eva Ratnasari, S.Psi., menjelaskan “di hari pertama, peserta didik kita ajak berkenalan melalui media zoom dan vidio call, ini kita lakukan agar anak-anak seperti merasa bertemu dan berkenalan langsung dengan guru-gurunya di sekolah, meskipun hanya lewat online”. Hal ini terkait dengan surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Semarang No.B/7507.005/VII/2020 dimana peserta didik belum bisa datang langsung ke sekolah dan akan menggunakan pola BDR (Belajar Dari Rumah), mengingat Kota Semarang masuk dalam zona merah covid-19, imbuh Eva.
Di hari kedua, Selasa 14 Juli 2020 peserta didik didampingi orang tua menyaksikan video kegiatan sekolah, dan gambaran proses pembelajaran sekolah yang dibagikan masing-masing guru ke watshapp grup wali murid.
Tim guru KB-TK Supriyadi juga telah menyusun jadwal kunjungan ke rumah-rumah peserta didik dengan mengadakan program ‘home visite’. Dimana guru akan mendampingi dan memberikan pembelajaran langsung ke rumah-rumah siswa tanpa harus siswa datang ke sekolah dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
Tahun Pelajaran 2020/2021 ini KB-TK Supriyadi menerima 95 peserta didik. Peserta didik di TK. A sejumlah 42 peserta didik, TK. B sejumlah 48 peserta didik, dan 5 peserta didik di KB. Hal ini tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya peserta didik baru saat pandemi covid 19 ini mereda atau sirna. Mengingat KB-TK Supriyadi adalah sekolah favorit dan sangat representatif di kota Semarang.
Berita

Tahun pelajaran baru 2020/2021 jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dimulai, Senin (13/7). Layaknya tahun sebelumnya, diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Hanya saja MPLS tahun ini dilakukan secara online atau daring, lantaran di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung sirna.
Kepala SD Supriyadi 01, Nursekah, S.Pd., Minggu (12/7) mengatakan, MPLS dengan sistem daring sudah disampaikan kepada seluruh wali murid. “Kami sudah sampaikan kepada seluruh wali murid, kegiatan MPLS dilakukan secara daring. Sebab, untuk bertatap langsung di sekolah belum memungkinkan, demi keamanan dan keselamatan bersama,” ungkapnya. Adapun kegiatan MPLS direncanakan berlangsung selama tiga hari kedepan. Isinya berupa pengenalan pendidik dan tenaga pendidik, profil sekolah, prestasi, kegiatan ekstrakurikuler dan lain sebagainya.
Karsono, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Supriyadi 02 menekankan agar MPLS berlangsung menyenangkan dan seefektif mungkin. “Sudah kami arahkan supaya MPLS dilakukan secara daring/online, dimana guru-guru kami sudah menyiapkan video MPLS yang siap dibagikan selama kegiatan MPLS. Ini juga sebagai tindak lanjut dari kegiatan workshop yang telah diikuti guru-guru kami pada 29 Juni-2 Juli 2020 lalu, dimana semua guru wajib berbekal kemampuan IT dan video MPLS adalah salah satu bentuk kreativitas guru yang mulai hari Senin, 13 Juli 2020 akan dibagikan ke watshapp grup kelas masing-masing.”
Lebih lanjut, kegiatan belajar mengajar usai MPLS juga dilakukan secara daring dalam kurun waktu yang belum bisa ditentukan. Akan tetapi sekolah dan guru terus berkoordinasi dengan komite sekolah dan wali murid jika sewaktu-waktu kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dengan tatap muka langsung di sekolah.
Hal ini, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Sekolah yang bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka adalah sekolah yang berada di zona hijau. Sedangkan yang berada di luar zona hijau, tetap dilarang. “Jadi, untuk di Kota Semarang baik kegiatan MPLS maupun proses belajar mengajar tetap dilakukan secara daring mengingat Semarang adalah zona merah,” imbuh Karsono yang baru saja dilantik menjadi kepala sekolah pada awal Juli lalu.
Di tahun pelajaran baru ini, SD Supriyadi menerima 168 peserta didik baru kelas 1. SD Supriyadi 01 sejumlah 112 peserta didik dengan kapasitas 4 kelas dimana setiap kelas berisi 28 peserta didik. Sedangkan SD Supriyadi 02 yang resmi telah dibuka tahun ini, memperoleh 56 peserta didik baru kelas 1 yang dibagi ke dalam 2 rombel.
Berita
Berita


Semarang, 20 Juni 2020 || Bersamaan dengan penyerahan Laporan Hasil Pendidikan di SD Supriyadi kecamatan Pedurungan kota Semarang pada hari Jumat, 19 Juni 2020 yang dilakukan dengan pengiriman file PDF kepada orang tua atau penyerahan secara langsung dengan protokoler ketat, guru Pendidikan Agama Islam di SD ini mendapat kunjungan dalam rangka pembinaan, monitoring, supervisi yang dilakukan oleh pengawas PAI SD kecamatan Pedurungan.
H.Muhammad Faojin, S.Ag, M.Ag, M.Pd selaku pengawas melakukan monitoring secara acak di wilayah kecamatan pedurungan. Kegiatan monitoring diikuti guru PAI di SD Supriyadi antara lain Muhammad Zuhri, S.Pd.I, Unaisah S.Pd.I, Mashadi, S.S, Imamul Arif, S.Pd.I dan Nur Mayla Hasanah, S.Pd.I.
Pengawas meminta data asli hasil pelaksanaan PAT secara daring di SD Supriayadi dan bersama-sama guru melakukan analisa. Hasil dari PAT rata-rata 1,6 di atas KKM 75 yang ditentukan oleh sekolah. Hal ini mendapat apresiasi positif dari pengawas dan disarankan melakukan tindak lanjut dari data yang diperoleh sehingga data-data tersebut tidak berhenti sebatas laporan nilai saja.
Selain itu pengawas memeriksa perangkat pembelajaran yang dibuat para guru dan memberi apresiasi serta memberikan masukan untuk kekurangan-kekurangan yang ada.
Pengawas memberikan rambu-rambu untuk pembuatan perangkat pembelajaran di masa pandemi ini, misalnya RPP disederhanakan dengan 3 hal. Pertama tujuan pembelajaran, kedua pelaksanaan pembelajaran, ketiga evaluasi atau penilaian.
Monitoring berlangsung dari pukul 09.00 sampai pukul 10.30 dan dilanjutkan dengan pertemuan antara pengawas, kepala sekolah dan guru PAI. Hj. Nursekah S.Pd mengucapkan terimakasih kepada pengawas PAI atas bimbingan dan arahan kepada para guru. Masukan dari pengawas ditindaklanjuti dalam workshoop sekolah tanggal 29 Juni – 2 Juli 2020. Permasalahan pembelajaran termasuk menyiapkan RPP dalam bentuk daring akan menjadi perhatian serius dalam kegiatan workshop tersebut.
Setelah pengawas melakukan evaluasi, mendengarkan, menjawab umpan balik dari kepala sekolah dan para guru PAI acara pun diakhiri dengan foto bersama. (ay)
Berita



Pendidikan harus tetap berjalan meski siswa di awal tahun pelajaran baru 2020-2021 saat ini masih harus belajar di rumah terkait pandemi covid-19 yang belum usai. Selama belajar, siswa memperoleh materi dan mengerjakan tugas dari guru secara online atau daring (dalam jaringan). Demi kenyamanan siswa belajar, guru tentunya harus berkreasi dan berinovasi dalam pemberian materi dan tugas.
Menyikapi hal itu, Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah (YPIA) Semarang, Jawa Tengah mengadakan Workshop Penyusunan Kurikulum & Pembelajaran Daring secara intern selama empat hari mulai dari tanggal 29 Juni 2020 dan berakhir pada 2 Juli 2020. Peserta workshop adalah semua guru KB, TK, dan SD Supriyadi yang kurang lebih berjumlah 65 guru. Kegiatan tersebut dilakukan agar guru semakin berinovasi dalam memberikan pembelajaran siswa di rumah dengan rasa senang, nyaman dan berkualitas. Dengan harapan materi tersampaikan, dan siswa tak merasa jenuh, justru sebaliknya, rindu untuk mengikuti pembelajaran berikutnya.
Dr. Muhdi, SH. M.Hum., selaku ketua YPIA membuka langsung acara workshop melalui virtual zoom. Dalam sambutannya, Muhdi mengatakan guru yang terus berkreasi, mau mengikuti kemajuan IT dan senantiasa berinovasi dalam menggunakan metode pembelajaran akan membuat pembelajaran tidak terkesan monoton meskipun dilakukan dengan tidak tatap muka langsung, namun pembelajaran dikemas dengan lebih variatif, inovatif. Hal ini pastinya anak akan lebih mencintai pelajaran dan selalu menanti-nanti gurunya untuk mendampingi belajar.
Kepala SD Supriyadi, ibu Nursekah, S.Pd., mengatakan kegiatan yang diikuti 55 guru SD Supriyadi sebagai langkah konkret menindaklanjuti Keputusan Bersama Empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun pelajaran 2020-2021 di masa pandemi covid-19. Guru dihimbau mengoptimalkan kemampuan penggunaan information technology (IT) dalam pembelajaran di era pandemi covid-19.
Sementara itu, narasumber workshop, Wawan Priyanto, S.Pd., M.Pd., mengatakan, bahwa siswa SD pada dasarnya masih sangat membutuhkan sosok teladan guru dalam belajarnya. Maka pembelajaran daring sebaiknya dikemas secara menarik. Misalnya dalam pembuatan video pembelajaran, sosok guru harus ada dalam tampilan video. Guru bisa muncul dalam opening maupun closing guna memberi motivasi dan arahan belajar pada siswa.
Workshop yang berlangsung selama empat hari salah satunya menghasilkan rancangan kurikulum, khususnya sistem pembelajaran di awal tahun dimana proses kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring menggunakan perantara aplikasi. Guru juga akan mengadakan pertemuan dengan kelompok-kelompok belajar di rumah. Hal ini sangat memungkinkan terjadinya blended learning, pembelajaran daring yang diselingi tatap muka langsung antara guru dengan siswa.
Kegiatan workshop ditutup oleh wakil ketua YPIA, Drs.Wiyono pada Kamis, 2 Juli 2020. (ay)
Berita







Adanya pandemi virus corona, puluhan siswa kelas VI SD Supriyadi Semarang tetap melaksanakan prosesi pelepasan dan akhirussanah. Namun ada cara unik yang dilakukan pihak sekolah untuk melepas peserta didiknya. Prosesi pelepasan siswa dilakukan secara daring (online) melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming youtube pada Hari Sabtu, 20 Juni 2020.
Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mematuhi protokol kesehatan pemerintah terkait pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Masa pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat pihak sekolah, siswa dan orangtua untuk merasakan kegembiraan dalam pengumuman kelulusan tingkat Sekolah Dasar.
Acara “Pelepasan dan Akhirussanah Virtual” ini menjadi alternatif acara perpisahan sekolah di tengah pandemi virus corona. Akhirussanah virtual diadakan menggunakan aplikasi zoom dan youtube streaming yang diikuti 100 tamu undangan meliputi segenap pengurus Yayasan Pendidikan Islam Al Falah, komite sekolah, kasi kemenag PAI SD, pengawas SD Pedurungan, Kepala KB-TK Supriyadi, serta murid dan wali murid kelas VI SD Supriyadi.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh tamu undangan, kemudian menampilkan video dokumenter siswa, dilanjutkan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Falah, Dr. Muhdi, SH., M.Hum., dengan memberikan ucapan selamat kepada para siswa kelas VI SD Supriyadi tahun pelajaran 2019/2020 atas kelulusan dan prestasi yang telah diraih. “Kami merasa bangga atas pencapaian dan prestasi anak-anak kelas VI yang telah sukses menjalankan studinya dengan pencapaian besar dan kenangan yang indah tentunya. Kami percaya kalian akan menjadi anak-anak sukses di sekolah lanjutan sampai ke perguruan tinggi terbaik, kelak menjadi seperti kakak-kakak kalian yang telah sukses menjadi insinyur, dokter, polisi, TNI, guru dan lain sebagainya. Kami pastikan anak-anak SD Supriyadi akan menjadi anak hebat dan menghebatkan bagi orang tua dan semuanya.”
Akhirussanah virtual untuk pertama kalinya digelar di SD Supriyadi Semarang juga memberikan suasana berbeda. Hiruk-pikuk kegembiraan peserta didik bersama keluarga yang mengantar sama sekali tidak ada. Jalannya prosesi hanya dihadiri Kepala sekolah, guru dan tim panitia serta perwakilan peserta pelepasan sejumlah sepuluh siswa beserta orangtua pendamping.
Suasana semakin mengharukan ketika puncak pelepasan berupa pemindahan kucir topi toga, yang dilakukan oleh ayah peserta didik dan pemberian ijazah oleh ibu dari peserta didik. Satu per satu nama peserta didik dipanggil sesuai urutan dan tertampil menghiasi layar zoom dengan penuh khidmad layaknya prosesi pelepasan langsung.
Kepala SD Supryadi, Ibu Nursekah, menyampaikan laporan jumlah peserta didik yang telah lulus tahun ini sebanyak 74 peserta didik. Pelepasan dan Akhirussanah virtual angkatan ke-25 Tahun 2020 diselenggarakan berbeda dengan prosesi yang sudah digelar SD Supriyadi selama ini. “Hari ini akan menjadi sejarah, selama 25 tahun SD Supriyadi baru kali ini diadakan Pelepasan dan Akhirussanah secara virtual. Tanpa mengurangi keabsahan dan kekhidmatan acara pelepasan dan akhirussanah, tata upacara perhelatan pelepasan dan akhirussanah SD Supriyadi Semarang harus dilaksanakan dengan virtual melalui aplikasi zoom dan live streaming youtube dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Semoga anak-anak tetap menjadi pribadi membanggakan, jadikan Al Quran sebagai pegangan hidup dan sikap religius yang tertanam di SD Supriyadi jangan dilupakan.”
Prosesi Pelepasan dan Akhirussanah Virtual SD Supriyadi Semarang, angkatan ke-25 Tahun 2020 berjalan dengan lancar, penuh khidmad dan berkesan. (ay)
Berita


Dr. Muhdi, SH, M.Hum, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah (YPIA) dalam sambutannya menyampaikan, suasana Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H kali ini menjadi momen yang berbeda. Momen silaturahim yang biasanya diwarnai dengan saling berkunjung antar keluarga dari rumah ke rumah. Karena dampak pandemi covid-19, tahun ini silaturahim masih tetap bisa dilakukan meskipun dengan media virtual/online dengan tidak mengurangi esensi silarurahim di hari fitri. Seperti forum halal bi halal online yang dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh pengurus, guru dan karyawan YPIA, KB, TK dan SD Supriyadi Semarang pada Jumat, 29 Mei 2020.
Bapak Muhdi mengajak serta kita semua untuk menyiapkan diri untuk terus waspada menghadapi pandemi ini. Menjadi manusia yang selalu meningkatkan ketaqwaan, instrospeksi diri, menjadi pribadi pemaaf tidak hanya di ucapan tapi juga di hati, sehingga kita menjadi orang yang berhasil dalam menjalankan ibadah puasa ramadan selama sebulan penuh.
Dalam sambutannya, beliau juga menambahkan, “Dalam menghadapi pandemi covid-19, YPIA berkomitmen mengutamakan protokol kesehatan secara menyeluruh dalam proses kegiatan belajar mengajar. Tujuan utamanya adalah perlindungan kesehatan bagi siswa-siswi, guru, karyawan dan seluruh warga sekolah yang terlibat mobilitas di dalamnya. Hal ini menjadi urgent untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 dan sebagai bentuk cepat tanggap yayasan memasuki era NEW NORMAL sampai masa pandemi benar-benar akan berakhir”.
Perancangan proses Kegiatan Belajar Mengajar yang akan memasuki tahun pelajaran baru 2020/2021 sudah mulai dirancang bersama dengan seluruh dewan guru beserta yayasan dengan terus melakukan penyempurnaan, agar KBM di era new normal tetap bersinergi dengan protokol kesehatan yang ketat. Dengan pengaturan sistem belajar yang diatur sedemikian rupa agar phisical distancing antar siswa tetap terjaga. Demikian pula dalam pengaturan jam KBM yang akan dirancang penjadwalannya baik nantinya akan dibuat shift siang/sore, guru sering mengingatkan anak-anak agar sering mencuci tangan memakai sabun, dan wajib menggunakan masker. Di awal tahun pelajaran baru guru tetap melaksanakan pembelajaran baik secara daring dan tatap muka berjalan secara beriringan/blanded learning.
Mengakhiri sambutannya, Bapak Muhdi memberikan motivasi kepada seluruh dewan guru KB, TK dan SD Supriyadi Semarang, bahwa sekolah tidak bisa tanpa kehadiran guru, siswa tidak bisa belajar tanpa guru, pendidikan tidak bisa berjalan tanpa seorang guru. Tapi teknologi juga dibutuhkan oleh guru untuk melakukan proses KBM dengan baik. Guru-guru harus terus belajar teknologi agar tidak ditinggalkan oleh peserta didik. (ay)